“FUCK!” Say I.

Coz after a while, the most painful memory becomes dull and even pleasant

Insignificant, unimportant, pointless

January 7th, 2009 by mPit

As my Facebook status stated, MJ, booze and deadline are great combination for the insomniacs. And here I am, 4 o’clock in the morning with none done. Haha. Life’s never this sweet.

Yeah, rite.

ps: missing someone whom I could talk to about the most insane things you could ever imagine without he blinks a single eyelash. so fuckin’ miss you, beyb.

The First

January 4th, 2009 by mPit

Holiday’s over. Time to go to work again. Keeping one’s chin up with head held high. New year, new spirit, first things in the beginning  of another 365 days to come.

First tantrum, first longing, first inhale. Damn. I’m starting to dull.

ps: You know what? I miss liplocking someone equipped with additional meat dangling between the thighs. Care to spare any victims?

Ponorogo Blues

January 2nd, 2009 by mPit

Tentang perjalanan yang sempat tertunda sekian lama
Tentang kawan sepenanggungan
Tentang sarapan durian
Tentang tempe goreng berselimut tepung geplak
Tentang kopi gilingan rumah
Tentang sepasang kakek dan nenek baru
Tentang harapan pada nama perempuan kecil
Tentang abang yang ngambek
Tentang bocah penakut bertopeng ketegaran semu
Tentang perjumpaan singkat
Tentang wajah-wajah tulus pada nama-nama sesamar halimun hutan hujan
Tentang tulang belakang terguncang-guncang
Tentang kelokan dan tanjakan curam
Tentang tubuh penat namun senyum tersungging lebar
Tentang berbasuh di kegelapan
Tentang rumah pohon idaman
Tentang air dingin menggigilkan
Tentang tidur yang merugi
Tentang rasa yang melindap
Tentang nostalgia
Tentang masa-masa yang hilang
Tentang janji, tentang getun dan gelo, tentang persiapan, tentang pengorbanan, tentang waktu luang, tentang urap daun pepaya, tentang kenduri, tentang rindu…

Atas semuanya, terima kasih. Saya akan datang lagi.

About people

December 31st, 2008 by mPit

… karena kerja adalah ibadah

Saya pulang membawa berkarung-karung berkah tak kasat mata dalam bentuk satu buku tua terbitan tahun 1947 berjudul Great Beyond yang ditulis Maurice Maeterlinck. Berkisah tentang tuhan yang mengambang antara ada dan tiada, mengenai hidup yang kembar siam dengan mati, perihal hukum fisika dimana aksi sama dengan reaksi dan mengejewantah dalam tarik-ulur antara teis dan ateis.

Namun yang paling menarik adalah bagaimana manusia merasa tau pasti tentang sifat dan psikologi sesuatu yang tidak kasat mata dan diyakini memiliki kekuatan lebih dari dirinya dan bahkan alam semesta. Sebagaimana banyak diantara kita (termasuk saya salah satunya) merasa lebih berhak memutuskan bagaimana seseorang harus menjalankan hidup.

The wisest man is the one who sees farthest in his ignorance.

Konon, manusia adalah mahluk sosial yang hidup dalam kelompok-kelompok kecil bernama keluarga, lingkaran persahabatan, wilayah kos-kosan, atau RT. Namun seringkali hal itu menjadi sangat menyebalkan ketika empati dan perasaan kasihan bermain disana, merasa mampu menjadi Yesus jadi-jadian dan berusaha menanggung beban salib orang lain, memperingan hidup mereka dengan mencampakkan salibnya sendiri ke atas tanah.

Padahal hidup adalah perjuangan.

Dan bagaimana dia akan berjuang jika semua hal dimudahkan? Bagaimana manusia akan belajar jika dia tidak pernah salah? Bagaimana dia akan merasa bahagia jika tidak pernah sedih?

Ah… Year-end Blues dan segala tetek bengek resolusi bullshit. Saya cuma hilang ide mau ngapain 2009 nanti.

Counting down to Doomsday, Anyone? Or is it simply cherish the things we had and will be?

Anyhow, selamat ganti kalender. Semoga semua mahluk berbahagia.

Tentang Tuhan dan rumahNya

December 23rd, 2008 by mPit

I went to a church this afternoon karena temen se-kost akhirnya memutuskan untuk baptis setelah sekian lama pencarian. Saya tau beberapa babak bundasnya yang dia ceritakan dengan tangis tertahan. Saya mengerti kebimbangannya menentukan mana yang tepat karena saya pun masih mencari hingga sekarang. Saya paham kebingungannya memilih Dia atau ciptaanNya.

Read the rest of this entry »

Hail to the Moms!

December 22nd, 2008 by mPit

Minggu malam dan tanggal hampir berganti ketika satu SMS pada ponsel butut saya mengajak untuk mengingat Ibu dalam tulisan.

Well, saya bingung hendak menulis apa karena ibu buat saya sangat luar biasa. Kesabarannya tanpa batas. Intuisinya melebihi tajamnya katana milik samurai mana pun. Kelembutannya bisa membuat hati terkeras menjadi luluh. Kepintarannya tiada banding dan bisa membuat argumen yang sudah saya siapkan tiga hari terpatah begitu saja. Kuasanya hampir seperti tuhan, dan setiap kata adalah sabda. Yang lebih gila adalah: dia bahkan nggak sadar dia sekeren itu!

Read the rest of this entry »

Steps, Anyone?

December 18th, 2008 by mPit

Five great steps in learning

First is silence
Second is observance
Third is understanding
Fourth is doing
Fifth is teaching other

Atau seperti itulah kira-kira. Dammit! I’m learning now! I’m sooo fucking learning in my every waking life!

Honor, Vis, Fidelitasque

December 18th, 2008 by mPit

Ada hal yang paling sering mengganggu isi kepala saya tiap nongkrong di kamar mandi dengan rokok: Pernahkah Tuhan berpikir akan jadi apa semesta nanti ketika Dia menciptakan manusia? Apakah Dia tau bagaimana manusia bertahan hidup dari ancaman sesama manusia ciptaanNya?

Nggak penting, memang. Nggak praktis dan nggak aplikatif, kata teman saya. Tapi saya penasaran karena hampir seminggu ini saya mengalami pembelajaran tentang kehormatan yang melahirkan keberanian dan berakhir dengan pembuktian kesetiaan–meski mungkin tidak berarti bagi orang lain.

Read the rest of this entry »

Blessing, anyone?

December 7th, 2008 by mPit

Berkah, seperti hal klise yang sering kita dengar dari ustad atau motivator, kadang tidak terasa dan tidak terlihat. Seperti udara yang tak kasat mata, seperti angin yang semilir menerpa wajah, seperti jantung yang berdetak monoton.

Kerap kita mencari berkah di tempat yang salah. Kehidupan biasa-biasa saja yang dianggap membosankan meski tanpa pernah ada catatan opname di rumah sakit akibat organ dalam soak. Atau makanan yang terhidang di hadapan setiap ada keinginan mengunyah tanpa harus menahan lapar bahkan untuk sedetik. Manusia-manusia yang kita temui setiap hari, seberapapun mereka sangat menyebalkan. Sering kita lupa, bahwa dalam masing-masing hal tersebut ada berkah yang menyembunyikan diri. Mungkin sambil cekikikan geli karena kita nggak bisa lihat bahkan ketika mereka mengejewantah di depan muka.

Read the rest of this entry »

Being emotional

December 5th, 2008 by mPit

I tend to love from afar
So I don’t have to see when what goes around doesn’t come around

I prefer to live inside my imaginary box
‘Cuz facing solid things freaks me out

I choose to be a bitch
Then I don’t have to see people praising or cursing me when I do good

Read the rest of this entry »

« Previous Entries